|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed

Coret-Coret Baju Seragam Saat Kelulusan Didenda Rp 250 Ribu



Sekolah SMA sederajat di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), sepakat menerapkan denda kepada siswa yang merayakan kelulusan Ujian Nasional (UN) 2013 dengan cara mencorak-coret baju seragamnya sebesar Rp 250 ribu. Seperti diberitakan Antara, Jumat (24/5).

"Siswa yang merayakan kelulusan dengan cara mabuk-mabukan selain didenda Rp 250 ribu juga ditahan ijazahnya oleh sekolah selama enam bulan," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate Mochdar Din di Ternate.

Denda tersebut merupakan kesepakatan seluruh kepala sekolah SMA sederajat di Kota Ternate dalam rapat persiapan pengumuman hasil UN SMA sederajat. Pengumuman hasil UN dilakukan Jumat sore bersamaan dengan seluruh SMA sederajat lainnya di wilayah Malut.

Mochtar mengatakan, ancaman denda tersebut telah disampaikan kepada seluruh siswa termasuk para orang tua mereka dengan harapan bisa mencegah adanya siswa merayakan kelulusan dengan cara seperti itu.

Upaya lain yang dilakukan SMA sederajat di Ternate dalam mencegah siswa merayakan kelulusan dengan cara-cara tidak baik adalah mewajibkan semua siswa mengikuti zikir bersama di setiap sekolah sebelum pengumuman hasil UN.

Sementara itu, untuk pengumuman hasil UN akan dilaksanakan pada pukul 17.00 WIT. Pengumuman sore hari digelar juga untuk mencegah siswa merayakan kelulusan dengan cara arak-arakkan keliling kota menggunakan kendaraan, seperti tahun-tahun sebelumnya, karena hal itu sangat membahayakan keselamatan para siswa.

Sesuai data dari Dinas Pendidikan Malut, tingkat kelulusan SMA sederajat di Ternate tahun pelajaran 2012-2013 sebesar 96,25 persen atau menurun jika dibandingkan dengan tahun pelajaran sebelumnya yang tercatat 99 persen lebih.

Namun, menurut Mochdar Din, data kelulusan SMA sederajat di Kota Ternate tahun pelajaran 2012-2013 tersebut masih bersifat sementara, karena masih ada sejumlah siswa yang berkasnya dalam pemeriksaan dan tidak tertutup kemungkinan mereka itu juga dinyatakan tidak lulus.

Disdik Jakarta Umumkan Kelulusan Siswa SMA Lewat Internet



Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengumumkan kelulusan siswa SMA, MA dan SMK lewat internet. Hal itu dilakukan untuk menghindari aksi anarkisme pelajar, konvoi dan corat-coret baju paska kelulusan.

"Sementara sebagian sekolah lagi tetap datang ke sekolah, dengan catatan peserta ujian (Kelas 12) masuk sekolah dengan menggunakan pakaian adat nusantara," kata Kepala Disdik DKI Taufik Yudi Mulyanto lewat pesan singkat, Jumat (24/5).

Pengumuman kelulusan SMA sederajat memang dilakukan hari ini. Untuk hasil UN di sekolah DKI Jakarta, tingkat kelulusan siswa lebih dari 99,85 persen. Persentase itu naik 0,1 persen dari tahun lalu 99,75 persen.

Sementara itu, jumlah siswa tidak lulus untuk SMA sebanyak 73 anak atau 0,143 persen dari total peserta UN sebanyak 61 ribu peserta. Sementara untuk sekolah SMK hanya 3 anak tidak lulus atau 0,005 persen dari 64 ribu peserta ujian.

"Pengumuman tentang Kelulusan UN via internet dapat di akses melalui disdik.jakarta.go.id, sma-dki.web.id, dan. Website sekolah masing-masing," kata Taufik.

Adapun, pengumuman UN SMK yang masuk dan menggunakan pakaian adat nusantara sebanyak 45 sekolah, yaitu SMK: 2, 3, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 27, 28, 30, 31, 32, 33, 37, 38, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 48, 49, 50, 51, 57, 58, 59, 60, 62.

Sementara untuk SMA, sekolah yang memakai pakaian adat nusantara adalah SMA; 1, 4, 5, 10, 20, 30, 13, 52, 72, 75, 80, 16, 78, 65, 112, 85, 33, 2, 84, 95, 28, 38, 47, 63, 29, 87, 37, 79, 109, 108, 55, 44, 31, 71, 48, 81, 36, 39, 42, 113, 54, 21, 99, 102, 107, 93.

Polisi Lampung Dan Sang Istri Ditusuk Karena Masalah Keluarga



Seorang anggota Kepolisian Resor Kota Bandarlampung Brigpol Agus Setiawan dan istrinya, Melani, menjadi korban penusukan. Keduanya ditusuk di perutnya oleh tersangka Andre Septa Pubian Putra.

"Korban Melani telah meninggal dunia ketika hendak dibawa ke rumah sakit karena kehabisan darah, sedangkan Brigpol Agus Setiawan masih dalam keadaan kritis," kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih di Bandarlampung, Jumat (24/5).

Pelaku penusukan akhirnya ditangkap pada Kamis (23/5) sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa penusukan terjadi di Jalan Teuku Umar, kantor direksi PTPN VII Kedaton.

Kejadian penusukan ini berawal dari persoalan keluarga. Orangtua Melani, yakni Erwin mempunyai istri simpanan. Sekitar pukul 16.30 WIB, pelaku yang merupakan adik dari istri simpanan Erwin bertemu dengan Melani dan Agus.

"Mereka bertemu di kantor PTPN VII dan sempat terjadi keributan di halaman parkir yang mengakibatkan Melani mengalami luka tusuk tiga kali di bagian perut dan Agus terluka tusukan pada bagian perut," ujarnya.

Kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Advent. Tersangka kemudian diamankan bersama barang bukti sebilah pisau badik.

Tersangka diamankan di tempat kejadian, mengingat pada saat itu ada anggota Brimob yang sedang bertugas dan langsung meringkusnya. "Pelaku masih diamankan di Polresta Bandarlampung dan tengah dimintai keterangan terkait dengan motifnya melakukan penusukan tersebut," kata Kapolda Lampung Brigjen Pol. Heru Winarko.

Rekening Transaksi Narkoba Memakai Identitas Perempuan



Deputi Pemberantasan BNN, Benny Mamoto mengatakan, bandar besar narkoba berperan penting terkait jaringan peredaran narkoba dalam lingkungan lapas. Bandar narkoba, jelasnya, memiliki posisi paling tinggi. Selain memiliki link (jaringan) dengan pemasok internasional di luar negeri.

Bandar besar ini pula yang akan memasok ke lapas lain yang minta pasokan. Biasanya, pola pembayaran dilakukan melalui rekening yang dibuka khusus untuk lalulintas transaksi.

Yang perlu dicermati, tegasnya, dalam pembukaan rekening ini jamak dilakukan para kaki tangan bandar besar dengan modus 'meminjam' nama (KTP) seorang perempuan.

Kenapa perempuan? Menurutnya, karena dianggap kurang kritis dan teliti jika KTP nya secara diam-diam digunakan untuk membuka rekening bagi penunjang bisnis narkoba ini.

"Sehingga saat jaringan terungkap, perempuan pemilik nama ini ikut ditangkap. Umumnya mereka sama sekali tidak tahu jika namanya dimanfaatkan untuk membuka rekening transaksi narkoba," jelasnya.

Inilah 10 Siswa Dengan Nilai UN SMA 2013 Tertinggi



Para siswa-siswi tingkat SMA sederajat hari ini sedang harap-harap cemas. Pihak sekolah akan menyampaikan pengumuman hasil ujian nasional 2013. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, keterlambatan UN di 11 provinsi tidak mempengaruhi pelaksanaan UN secara keseluruhan.

"Saya yakin akan ada pertanyaan mengenai nasib dari 11 provinsi yang sebelumnya mengalami penundaan UN. Kita bisa lihat dari hasil UN, persoalan yang terjadi sepanjang UN kemarin tidak mengganggu dari sisi kelulusan, dan itu artinya tidak terganggu dari sisi pelaksanaannya," kata Nuh di kantornya, Kamis (24/5) kemarin.

Menurut dia, tingkat kelulusan UN untuk siswa SMA dan sederajat di 11 provinsi yang mengalami penundaan cenderung stabil jika dibandingkan dengan tingkat kelulusan UN tahun lalu.

"Contohnya, di Sulawesi Selatan tingkat kelulusan tahun ini 99,12 persen dan tahun lalu 99,91 persen. Di Kalimantan Selatan tahun ini kelulusan mencapai 99,03 persen, sebelumnya 99,87 persen. Memang ada penurunan tetapi tidak terlalu signifikan," katanya.

Di NTB, lanjut dia, tingkat kelulusan UN SMA 99,24 persen pada tahun lalu dan tahun ini malah naik menjadi 99,84 persen. "Jadi, yang dihebohkan tentang LJUN (lembar jawaban ujian nasional) yang tipis ataupun fotokopi dan sebagainya, itu semua bisa diselesaikan," ujarnya.

Mendikbud memaparkan, jumlah peserta UN SMA/MA tahun ajaran 2012-2013 adalah 1.581.286 siswa, dan siswa yang dinyatakan lulus UN berjumlah 1.573.036 siswa, sedangkan yang tidak lulus berjumlah 8.250 siswa.

Hal itu, kata dia, menunjukkan tingkat kelulusan UN SMA/MA tahun ini mencapai 99,48 persen, dan persentase ketidaklulusannya adalah 0,52 persen.

"Berarti persentase kelulusan tahun 2013 ini turun 0,02 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 99,5 persen," jelasnya.

Selain itu, Nuh memaparkan jumlah peserta UN SMK sebanyak 1.106.140, dan siswa yang dinyatakan lulus UN SMK berjumlah 1.105.539 siswa, sedangkan yang tidak lulus berjumlah 601 siswa.

"Berarti tingkat kelulusan untuk UN SMK tahun ini juga sangat tinggi, yaitu 99,95 persen sehingga yang tidak lulus hanya 0,05 persen. Tingkat kelulusan ini pun lebih tinggi 0,23 persen dibanding tahun 2011 yang hanya mencapai 99,72 persen," katanya.

Sementara untuk pelajar dengan nilai tertinggi, berdasarkan data yang dimiliki Kemendikbud, diraih oleh Ni Kadek Vani Apriyanti dari SMA Negeri 4 Denpasar.

Vani mendapatkan nilai tertinggi yakni 9,87. SMA Negeri 4 Denpasar sendiri berhasil menempatkan lima siswanya di 12 peringkat teratas.

Berikut nama 10 siswa peraih nilai Ujian Nasional murni SMA tertinggi:
1. Ni Kadek Vani Apriyanti (SMA Negeri 4 Denpasar Bali) nilai 9,87.
2. Aditya Agam Nugraha (SMA Negeri 1 Surakarta, Jateng) nilai 9,78.
3. Helena Marthafriska Saragi Napitu (SMA Swasta Methodist 2, Medan) nilai 9,78.
4. Made Hyang Wikananda (SMA Negeri 4 Denpasar Bali) nilai 9,76.
5. Luh Putu Lindayani (SMA Negeri 4 Denpasar Bali) nilai 9,76.
6. Elva Vidya (SMA Kristen 5 BPK Penabur, Jakarta) nilai 9,75
7. Gracia Isaura Raulina (SMA Negeri 8 Jakarta) nilai 9,75
8. Putu Siska Apriliyani, (SMA Negeri 4 Denpasar Bali) nilai 9,75
9. Nadia Anindita Vandari (MAN Insan Cendekia, Serpong, Banten) nilai 9,75
10. Sarah Alya Firnadya, (SMA Negeri 8 Jakarta) nilai 9,73.

PT Wijaya Karya Berniat Cari Suntikan Dana Baru



PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berniat mencari suntikan dana baru. WIKA tengah menjajaki pinjaman Rp 1,4 triliun untuk ekspansi bisnis pembangkit listrik.

WIKA berniat membangun pembangkit listrik baru berkapasitas 100 megawatt (MW) per tahun hingga 2014. Ini untuk menambah kepemilikan pembangkit listrik WIKA yang saat ini 200 MW.

Natal Argawan, Sekretaris Perusahaan WIKA menyatakan, nilai pembangkit listrik kapasitas 200 MW sekitar Rp 2 triliun. "Pendanaannya 70% dari pinjaman 30% dari keuangan internal," kata dia, Rabu (22/5).

Namun, WIKA belum menentukan waktu pencairan pinjaman. Pasalnya, pencairan pinjaman akan dilakukan saat WIKA sudah mendapatkan proyek pembangkit listrik. "Ada beberapa bank yang sudah menyatakan komitmennya, nanti kita pilih yang bisa memberikan bunga lebih rendah," jelas Natal.

WIKA berhasrat membangun berbagai jenis pembangkit listrik di tahun ini. WIKA bakal membangun satu pembangkit listrik tenaga minihidro berkapasitas 25 MW.

Pembangunan minihidro menelan investasi US$ 1,5 juta per MW. Sehingga, total investasi WIKA untuk merampungkan minihidro US$ 37,5 juta.WIKA menargetkan daerah yang bakal menjadi lokasi pembangunan minidro di Lampung, Sumatera Utara dan Jawa Barat. Lahan untuk minihidro harus mengandung ketersediaan air yang cukup karena ini syarat membangun minihidro.

Pembangunan minihidro ini memakan waktu satu tahun. Sehingga WIKA baru bisa mendapat kontribusi pendapatan dari proyek minihidro di 2014 yaitu bisa mencapai Rp 500 miliar-Rp 600 miliar.

Penjualan WIKA sepanjang kuartal I/2013 Rp 2,63 triliun, naik 50,29%. Laba bersih juga tumbuh 64,99% menjadi Rp 156,88 miliar. Senin (22/5), harga WIKA naik 5% menjadi Rp 2.625 per saham.

PKS Tak Khawatir Kasus Fathanah Pengaruhi Pencalegan



Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak khawatir kasus dugaan suap impor daging sapi yang dialami Ahmad Fathanah dan menyeret mantan presiden PKS Luthfi Hasan Ishak mempengaruhi pencalonan.

PKS bahkan menambah dua nama dalam daftar calon sementara (DCS) yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (22/5). "Dari 492 calon sekarang menjadi 494. Target kami tetap tiga besar, dan nanti tinggal dibuktikan di pemilu," kata Sekjen PKS Tufik Ridho di kantor KPU, Jakarta, Rabu (22/5).

Dari 494 nama itu, terdapat 194 perempuan atau sekitar 39.7 persen. Sedangkan calon laki-laki berjumlah 300 orang. Menurut Taufik, pada masa perbaikan tidak terjadi perubahan yang signifikan.

Memang, ia melanjutkan, ada tiga kader mundur. Namun kemundurannya bukan karena prahara di tubuh PKS. Melainkan karena urusan keluarga. Perbaikan yang dilakukan PKS lebih banyak pada pelengkapan dokumen administrasi.

Dari 492 berkas yang diserahkan pertaam kali ke KPU, semuanya ditetapkan tidak memenuhi syarat. Karena belum disertai formulir BB-8 dan BB-9. "Itu karena beda tafsir, sekarang sudah dilengkapi," ungkap Taufik.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Detik Nyus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Powered by Blogger